Multitasking (keren namun buruk)
Multitasking, sebuah kata yang gw mengartikanya sebagai bisa
mengerjakan berbagai macam hal (lebih dari satu) dalam satu waktu. Ini kata
yang keren, kalo anda ingin membeli laptop ataupun smartphone pasti nyari
yangmemiliki ini, jika anda seorang bos maka anda akan senang jika memiliki
pegawai yang bisa melakukan feature ini. Gitu ya… Multitasking itu keren….
Anyway, gw punya cerita bersama leader gw yang dulu seorang
wanita karir muda yang cakep dia merupakan manager dari kantor kita. Saat awal
masuk kantor, doi asik dan meminta gw untuk belajar multitasking biar keren dan
performance meningkat. Gw pun mau belajar itu, namun di akir akir di tengah
pembelajaran kita, beliau pun menyadari dan mengatakan multitasking itu
sebenarnya kurang baik, namun beliau cukup puas dengan performa gw yang standar.
Anyway dia beneran leader bukan bos, sometime dia sedikit bossy but generally
dia leader. Kita belajar bareng dan memang dia ilmunya sudah cukup sehingga
mampu sharing ke gw.
Pada saat beliau bilang kalo multitasking itu kurang, beliau
juga memaparkan beberapa alasan.Diantaranya adalah:
- 1Manusia bukan lah mesin dan secara fisik mereka punya keterbatasan. Sehingga jika melakukan multitasking, tidak ada pekerjaan yang bisa focus dan berhasil dengan maximal. Kecuali dia meletakan mengutamakan salah satu pekerjaan diantara pekerjaan yang lain.
- Seorang multitasking sulit menjadi specialist atau dia akan sulit menemukan keahlian kususnya, karena dia focus pada beberapa hal.
Yap, dari alasan itu manager gw menyerahkan level
pembelajaran berikutnya di tangan gw, dan dia sangat open untuk pertanyaan yang
bisa dia jawab. So guys, ini memang keputusan yang sulit bagi seorang manusia
di masa mengejar karir. Banyak perusahaan yang sedang melakukan efisiensi
dengan mencari karyawan yang bisa multitasking, namun anda tidak bisa menjadi
specialist jika mengusahakan multitasking. Dan sharing sedikit (curhat) dari
gw, yang notabene menjadi seorang multitasker dan sedang bingung mencari
specialisasi skill.
Alhasil gw resign dari kantor gw yang lama,
dan masuk ke perusahaan yang merupakan cabang dari perusahaan internasional.
Disini exploitasi terjadi, gw tipikal orang yang optimistis dalam hal skill.
Maksudnya gw sangat optimis ketika mencoba sesuatu yang baru, dan Alhamdulillah
hal hal baru yang gw coba sebagian besar bisa gw jalani. Pada perusahaan ini gw
menjabat sebagai humas, namun diakhir gw di beri tanggung jawab untuk melakukan
pekerjaan lain yaitu design grafis, ecommerce bagian profiling danbranding,
serta photographer. Sebenarnya pekerjaan pekerjaan ini masih berada di satu
bidang namun, sebenarnya untuk jobdesk sebagai humas sendiri itu sudah cukup
pelik dan banyak. Hmmm tau kan gimana hasilnya… so… so…. Sukurlah tidak ada hasil yang terlalu minus.
Berikut artikel tentang hal negative dari Multitasking :
- http://health.detik.com/read/2013/06/22/145641/2281117/763/ini-dia-10-alasan-multitasking-tak-baik-bagi-anda
- http://sport.detik.com/aboutthegame/read/2015/12/05/110802/3088616/1596/tidak-selamanya-multitasking-itu-baik
- http://www.tahupedia.com/content/show/314/Mengapa-Multitasking-Dapat-Beresiko-Buruk-Bagi-Anda


